Cerita Tukang Pijat yang Manfaatkan JKN-KIS untuk Pengobatan Anaknya yang Sakit Lambung

Di tengah pandemi Covid 19, berbagai layanan masyarakat mengalami inovasi demi menekan penularan. Tak terkecuali BPJS Kesehatan yang kini memaksimalkan layanan. Masyakat dapat menikmati pengurusan BPJS Kesehatan.

Satu layanan yang bisa dinikmati oleh masyarakat yaitu dengan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS). Manfaat dari JKN KIS ini ternyata dapat dirasakan langsung oleh Andi Kusuma (33), warga Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang berprofesi sebagai tukang pijat. Ia menceritakan tentang pengalaman pribadinya, dimana sang anak yang sedang sakit butuh penanganan medis sampai ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan.

Ketika sang anak sakit, dia yang sehari hari bekerja sebagai tukang pijat seketika mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan. Sebab, selama masa pandemi pemerintah telah mengimbau warganya untuk melakukan social distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, tidak melakukan kontak fisik yang tidak diperlukan seperti bersalaman.

Hal ini membuat Andi menghentikan jasa pijat untuk sementara ini. “Mengingat resiko penularan Covid 19 ini cukup besar, sampai sekarang saya belum berani menerima permintaan jasa memijat," terangnya kepada tim Jamkesnews, Sabtu (10/12). Menurut Andi meski tidak memiliki pendapatan sebagaimana sebelum pandemi Covid 19 datang, dirinya sangat terbantu karena telah terdaftar sebagai peserta Program JKN KIS segmentasi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.

Ia menjelaskan pernah suatu waktu anaknya mengalami sakit hingga diperlukan penanganan medis sampai ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Saat itu ia tidak begitu khawatir soal biaya karena berdasarkan informasi yang ia peroleh semua akan ditanggung BPJS Kesehatan selama mengikuti prosedur yang ditetapkan. Dan benar saja ia terbebas dari biaya perawatan.

Semua manfaat yang diterima selama perawatan di rumah sakit menjadi tanggungan BPJS Kesehatan sebagai penyenggara Program JKN KIS. "Ketika anak sakit lambung dan harus menjalani perawatan di rumah sakit semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun. Saya benar benar beruntung," katanya. Andi mengaku sangat bersyukur telah menjadi peserta dalam Program JKN KIS.

Sebagai tukang pijat di masa pandemi ini dirinya sangat membutuhkan jaminan kesehatan untuk menjaga diri dan keluarganya. "Saya harap Program JKN KIS ini bisa terus ada dan terus memberikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Terlebih manfaat program ini saya rasakan sangat besar," ujarnya. Ia berpesan agar BPJS Kesehatan terus mengoptimalkan kinerjanya dalam menjalankan Program JKN KIS sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas. (*)

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.