Sistem Injeksi Terbaru Pada Mesin Diesel

Common rail adalah teknologi sistem injeksi baru yang sudah banyak digunakan pada mesin diesel. Penggunaan sistem injeksi ini memungkinkan adanya tekanan di ruang bakar menjadi lebih fleksibel dan efisien. Oleh sebab itu, para penggunamenyesuaikan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Penggunaan common rail juga membantu meningkatkan akurasi pada volume solar atau bahan bakar diesel yang masuk ke ruang pembakaran.

Kelebihan Sistem Injeksi Common rail

Penggunaan teknologi sistem injeksi terbaru pada mesin diesel ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan injeksi diesel konvensional, terutama dalam hal suplai bahan bakar diesel menjadi lebih akurat, ditambah lagi dengan tekanan pada ruang bakar yang dapat menyesuaikan kebutuhan. Dan hal ini memberikan banyak keuntungan seperti::

1. Membuat tenaga atau performa mesin menjadi lebih baik
2. Efektif untuk menghemat bahan bakar yang digunakan
3. Getaran pada mesin lebih kecil
4. Suara dari mesin lebih kecil
5. Gas buang atau asap yang dihasilkan dari proses pembakaran juga lebih bersih (source: binus.ac.id)

Karakter KendaraanKendaraan yang Menggunakan Sistem Injeksi Common rail Diesel

Ada beberapa karakter yang dimiliki oleh Kendaraankendaraan yang menggunakan mesin diesel common rail ini. Diantaranya yaitu:

1. Lebih Ramah Lingkungan

Penggunaan sistem injeksi common rail membuat pengaturan tekanan serta volume jadi lebih fleksibel. Sehingga pencampuran udara dengan solar dapat dilakukan dengan tekanan yang tepat pula.

Hal itu membuat proses pembakaran dapat dilakukan dengan lebih efektif karena sebagian bahan bakar dapat terserap dan berubah menjadi tenaga. Tentunya dengan efektifitas ini, ada pengaruh nyata pada asap atau gas buang yang dihasilkan.

Semakin efektif penggunaan bahan bakar, maka asap yang dihasilkan juga semakin sedikit. Hal ini tentu sangat baik dan lebih ramah terhadap kondisi lingkungan.

2. Efektif dalam Penggunaan bahan bakar

Dengan sistem injeksi ini, penggunaan bahan bakar juga dapat diatur secara elektronik sesuai dengan volume injeksi dan timing yang dibutuhkan. Efektifitas dari penggunaan bahan bakar dengan terbentuknya tenaga yang besar dan penggunaan bahan bakar lebih irit dapat terwujud.

Tak heran jika saat ini pabrikan otomotif pengguna sistem injeksi common rail mengklaim bahwa penggunaan bahan bakar pada diesel jadi lebih efektif. Bahkan penyemprotan bahan bakar diklaim 3x lebih akurat jika dibandingkan dengan penggunaan diesel konvensional.

Salah satu contoh kendaraan yang sudah menerapkan sistem ini adalah Truk Mitsubishi Fuso Fighter FM 65 FS.

3. Komponen Mesin Tahan Tekanan

Komponen dari mesin common rail ini sangat tahan terhadap tekanan. Sehingga wajar jika teknologi ini dapat bekerja dengan lebih keras dan tentunya lebih tahan lama dibandingkan sistem diesel konvensional.

Sebuah truk yang sudah menggunakan teknologi ini, tentu membuat mesin di dalamnya semakin mudah melakukan penyesuaian. Hal ini karena tiap komponen silindernya sudah dikendalikan oleh masing-masing pompa injeksi yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.